Langsung ke konten utama

Tembak

[ Penjelasan Materi Ke-5 : Tembak Tepat Pada Sasaran ]
Catat ya, agar laris syaratnya hanya 2 :
Menjual kepada org yg tepat ( target  market ) & dengan cara yg tepat.
Dalam bisnis, termasuk bisnis online, target pasar ini hal yang paling penting. Bahkan lebih penting dari produk jual nya.
Lebih penting dari segala proses bisnis anda.
Kenapa?
Karena jika anda salah bidik, percuma.. Penjualan anda gak akan pernah laku.
Dengan mengetahui target pasar, anda bisa :
1. Menyiapkan produk yg pas dengan target market.
Misal target market anak muda, cewek dengan karakter gaul.
Maka siapkan produk yg sesuai dengan kriteria itu. Muda, cewek dan design yg gaul.
2. Bisa mempertimbangkan Value yang akan anda tambahkan.
Misal anda jualan hijab, target marketnya cewek muda, anak2 kampus, yg dinamis dan gaul.
Maka value yg bisa ditambahkan :
Hijab praktis, lgsg pakai dalam waktu 1 menit. ( karena anak kampus dan karakter anak muda dinamis, mau yg praktis2 )
Lalu bisa tambahkan bonus berupa kalung cantik yg gaul.. ( ini karena target market anda gaul )
3. Bisa mempertimbangkan harga
Misal jualan hijab lagi. Target pasarnya anak2 kampus. Otomatis keuangan mereka gak gede. Jadi bisa saja menentukan range harga 50 - 200 ribu.
4. Bisa mempertimbangkan cara jualan
Misal, anda jualan kaos. target market cewek. Nah cewek demen banget sama yang namanya DISKON. Maka bisa terapkan diskon.
Atau mungkin bonus, gratis, dll
5. Menentukan bahasa jual ( copywiriting )
Nanti kita belajar copywriting. Nah dasarnya harus tau dulu siapa target market anda? Karena nantu bahasa yg digunakan adalah bahasa yg sesuai dengan target market
6. Cara melayani
Setelah anda tau siapa target market, anda akan tau bagaimana cara melayani dgn tepat.
Misal target marketnya anak muda. Maka gunakan lah bahasa2 anak muda. Sapaan2 anak muda.. Dan humor2 yg tepat dengan anak muda.
Misal, konsumen bisa dipanggil : kak, sis, cantik, sob, bro, girls, boys, guys, dll.
Masa iya target market ibu2 dipanggil : guys.
Kan ngaco..
7. Membuat foto produk
Bahkan dalam membuat foto produk pun di sesuaikan dengan target market. Nanti hal ini dibahas lanjut. Karena ada materi khusus mengenai hal ini.
8. Dengan mengetahui siapa target market, anda akan tau bagaimana cara mengumpulkannya.
Nah cara mengumpulkan target market sendiru adalah dengan konten. Konten seperti apa yg harus anda buat? Jelas konten yg sesuai dengan target market.
Contoh, Hijab Sally Heart. Kawan 1 komunitas
Karena target marketnya ukhti2 yg masih muda.. Maka dibuat konten berupa serial film pendek "Assalamualaikuk Sally" & "Jodoh pasti bertamu"
Nah itu kreatif. Kenapa kok film yg begitu? Ya karena cocok dan pas dengan target marketnya.
Maka sekarang, anda harus tau pasti, tau betul "siapa yang akan anda bidik"
Lebih baik lagi, anda mengambil target pasar yang lebih tersegment. Lebih sempit.
Istilahnya "Niche Market"
Artinya ceruk pasar. Atau sekelompok pasar.
Mereka sangat tertarget.
Hal ini dibahas di video tutorial.
Lanjut..
Setelah tau siapa target market, maka anda perlu mengumpulkannya. Bagaimana caranya?
Simak contoh berikut ini :
Anda jualan mainan anak.
Target market anda anak kecil dan ibu nya. Dengan kondisi menengah kebawah. Dan mereka tinggal di perumahan biasa. Bukan perumahaan elit.
Maka, anda bisa menyiapkan produk mainan yg murah, sekitar 5rb - 10rb. ( sesuai dengan kantong calon pembeli )
Lalu bagaimana cara mengumpulkannya?
Simple nya, anda tinggal panggil tukang doger monyet ( kalo bahasa sunda ). Atraksi monyet bahasa umunnya.
Panggil tukang doger monyet ini untuk menampilkan kebolehannya di perumahaan yg kira2 banyak anak2.
Setelag doger monyet itu tampil, dijamin anak2 akan kumpul! Setelah itu apa? Persis disamping nya anda jualan mainan anak2.
Dijamin anak2 akan kumpul di lapak anda. Dan akan minta di belikan mainan ke ibu nya.
Pas liat harga, ternyata murah cuma 5rb - 10rb ( pas di kantong ). Terjadi penjualan >> hingga LARIS
Begitu cara cerdas nya.
Perhatikan brand rokok. Mereka mengundang BAND besar. Kenapa? Untuk mengumpulkan target market. Dan brand activation ( aktivasi brand / mengenalkan brand ). Lalu ada SPG yang berkeliaran.. Jualan produknya. LARIS
Bisa ratusan juta dalam 1 malam menjual rokok. Roko nya laku, brand nya terkenal. ( pengalaman pernah di Gudang Garam. Di bagian branding )
Nah, kalo di online, bagaimana cara mengumpulkan target marketnya?
Dengan konten.
Konten berupa :
1. Tips, trik
2. Artikel
3. Gambar / video
5. Dll
Yang jelas konten ini BERBAGI hal2 yang informatif, inspiratif, lucu2an.
Perhatikan, mungkin anda follower saya di IG / Twit. Awalnya saya follow duluan. Lalu kenapa anda tertarik untuk follow saya? Dan berkumpul di akun medsos saya?
Pasti karena saya sering berbagi KONTEN. Konten berupa tips, trik bisnis online. Akhirnya anda ketagihan. Dan rela berkumpul di akun medsos saya.
Begitupun mereka yg kumpul di BBM saya. Mereka rela berteman di BBM dgn saya ( hampir tidak ada yg delcont dalam 1 bulan ). Kenapa kok bisa?
Karena di BBM secara rutin setiap rabu & jumat berbagi ttg tips bisnis online & inspirasi hidup.
Bayangkan jika target anda gak jelas, dan bahkan luas, anda akan kesulitan. KONTEN apa yang harus anda buat?
Skema sederhana menjual online melalui media social
Membuat konten yg sesuai dgn target market

Tau siapa target market

Follow/add target market duluan

Target market akan follback karena tertarik dengan isi akun anda

Berbagi lagi dengan konten secara komit dan rutin

Target makin berasa manfaat

Hingga akhirnya terbangun kepercayaan

Lakukan pendekatan dgn membangun interaksi

Terbangun kedekatan dan rasa suka

Lalu JUALAN! ( Jualannya bisa diarahkan suruh KLIK website )

Hasilnya LARIS
Begitu seterusnya.
Kalo gak tau siapa target market, anda gigit jari.
Mau ngiklan pun gatau harus ngiklan kemana?
Perihal optimasi media social akan dibahas di materi ke 7-8-9.
Oya, saking penting nya target market, saya sertakan Ebook tambahan. Sikahkan dibaca. Itu penting utk menentukan target market.
Selanjutnya anda bisa tonton video ttg Niche market. Klik disini >> bit.ly/nichemarket1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...