Langsung ke konten utama

ikhtiar yaaa



Dengan Siapa Kita Menikah?

disela menegerjakan tugas kuliah, saya mendapat pesan dari teman melalui whatsapp.
Gemetar & menentes air mata ketika membacanya…

Bismillaahirrahmanirrahiim,Nak, ramadhan memasuki 10 hari terakhir, Maafkan sudah lama ummi tak menulis pesan-pesan hidup untukmu. Kali ini umi ingin bercerita tentang takdir jodoh. Ummi tak tahu siapa kelak jodohmu dan dengan cara apa kau bertemu dengan pasangan duniamu, namun bolehkan umi bercerita hikmah tentang maha besarnya Allah yang mengatur masalah pertemuan 2 hati manusia dengan keindahan takdirnya

Nak, jika kau bertanya: “Kapan saya menikah?”
Adalah takdir yang bisa menjawabnya
Takdir tak bisa datang segera saat kita pinta, atau malah mendekat kala kita belum siap.
Remah cerita tentang perjalanan seseorang meraih pasangan dunia nya selalu memberikan pembelajaran tersendiri untuk umi, sepanjang umi pernah membantu proses taaruf beberapa ikhwan dan akhwat…,
yang paling membuat umi terharu adalah betapa Allah Maha besar dengan cara-Nya mempertemukan hamba-hambanya yang shalih…
memiliki niatan yang sama untuk menjalani jalan pernikahan hanya untuk Allah dan agamanya, maka setiap proses itu selalu saja dimudahkan dan berbuah manis…
Unik…kadang membuat kening berkerut dan takjub, kok bisaa yaa mereka dipertemukan dengan sangat indahnya? padahal…tanpa mengenal, tanpa ada interaksi yang panjang dan intens.

Duhai Allah…Engkau kuasa dengan ilmu-Mu yang tak terjangkau manusia…kau letakkan kesamaan, keridhoan 2 hati, 2 keluarga,2 kebiasaan, 2 tradisi, 2 perbedaan dengan 1 kemuliaan bernama pernikahan

Suatu waktu Umi pernah dibuat takjub dengan proses ikhwan dan akhwat yang umi dan abi proses sedari mula. diawali dengan tuntunan Allah dalam hati kami, masih ingat waktu itu abi pernah berkata, ” mi, kayanya akh fulan cocok deh dengan akhwat fulanah”, lalu umi istikharah, dan Allah menuntun hati umi pada pikiran yang sama dengan abi, akhirnya kami coba pertemukan 2 orang ikhwan akhwat ini. saat bertukar biodata, kita dibuat kaget, ikhwan dan akhwat ini ternyata memiliki riwayat keluarga yang sama. mereka sama2 memiliki orangtua single parent karena perceraian, padahal ketika awal proses, kita tak mengetahui sedikitpun ttg latar belakang yg sama ini.yang akhirnya yg membuat mereka yakin untuk bersatu adalah karena Allah dan tujuan saling menguatkan.
Subhanallah, umi dan abi tersenyum nak, dan hingga kini mereka hidup bahagia dalam genggaman takdir Allah yang indah

Kali lain, Umi dan abi memproses dua orang, dengan bekal keyakinan dalam hati akan kecocokan 2 orang ini.dan saat membaca 2 biodata mereka. Haru membuncah, ternyata mereka punya 2 impian yang sama tentang proyek peradabannya, nyaris identik… maka, umi dan abi yakin mereka akan bisa membangun sesuatu yang besar untuk agama ini jika dipersatukan.
Dan memang, Allah yang mengatur segalanya, semua mudah,semua lapang, semua berujung manis. meski pada awalnya mereka tak saling mengenal sama sekali, tak pernah bertatap muka, tak pernah berkomunikasi. Hanya takdirAllah yang membuat semua terjadi dengan mudahnya…

Dan ketakjuban yang lain, umi pernah mendengar 1 cerita hebat tentang takdir jodoh, seorang ikhwan dan akhwat pernah tergelincir dalam hubungan pacaran kala mereka sama2 jahiliyah. dan saat kuliah mereka menemukan Allah dalam pencarian masing2. Sang ikhwan bertekad akan melepakan sang akhwat meski terselip harap untuk Allah pertemukan,
namun ia takut jika Allah tak memberkahi perikahan yang diawali sesuatu yg tak diridhoiNya. Bismillah, akhirnya ia sampaikan keinginan utk menikah pada pembinanya dan tawakal siapapun yang akan Allah berikan untuk jodohnya meski bukan wanita masa lalunya. ditempat lain, akhwat yang pernah memiliki masa lalu dg ikhwan tadi memiliki lintasan hati yang sama, ia harus mulai melupakan kenangan masa lalu, dan bersiap menerima masa depan yang baru dengan orang yg baru dalam kehidupannya, ia pasrahkan semua pada Allah…
Namun apa yang terjadi, 2 orang murabbi dan murabbiyah yang tak tahu menahu ttg kisah masa lalu mereka mempertemukan mereka dalam penawaran taaruf untuk menikah!
mereka sudah dipisahkan jarak yang begitu jauh, mereka uzlah, hijrah untuk menggapai keridhoan Allah. Namun keridhoan Allah atas niat mulia itulah yang membuat mereka dipertemukan lagi dengan cara yang lebih mulia , lebih berkah, dan akhirnya mereka dipersatukan dalam ikatan suci…

Duh, Allah yg menggenggam takdir seseorang, sekalipun seseorang pernah jatuh dalam kekhilafan, Cara Allah memaafkan begitu melegakan, Allah berikan hadiah bagi orang yang pasrah dan tawakal akan jodoh terbaiknya… Dan banyak kisah2 lain yang terkadang membuat air mata umi menetes,Nak. Betapa mulianya Allah mengatur tentang pernikahan. Hingga sesuatu yang tak mungkin akan menjadi mungkin dengan iradahnya. Bahkan kala hitung-hitungan manusia mengatakan ini tak mungkin, namun Allah memiliki hitungan terbaik di arasy Nya. semua terjadi dengan kun fayakun Nya…

Subhanallah…

Maka, haruskah ada lagi kekhawatiran akan siapa teman hidupmu kelak, Anakku?
jikaAllah saja jaminkan dalam surat cinta-Nya, bahwa “laki2 baik untuk wanita yang baik2″, bahkan kalimat ini sampai diulang 2 kali, untuk menegaskan bahwa Allah memberitahu hambanya bahwa jodoh yang kita inginkan adalah gambaran diri kita sendiri.

Maka jika Kau ingin mendapat suami sekualitas Ali maka kita harus berjuang menjadi sekualitas Fatimah, meski harus jatuh bangun dan terseok-seok, namun Allah maha Tahu perjuangan kita untuk menjadi hambaNya yang baik dan pantas untuk pasangan terbaik. Karena Keniscayaan Allah yang akan pertemukan kita dengan manusia sekualitas dengan diri kita, dari amalan ibadahnya, pemahamannya, potensinya, impiannya, cita-citanya, pandangan hidupnya, bahkan kebiasaan-kebiasaannya.

Maka bisakah kau mendapatkan yang terbaik jika kita tak kunjung membenahi ibadah, pemahaman akan jalan ini, impian, potensi dan cita2 dunia dan akhirat kita…?,dan anakku, ini bukan cerita tentang pamrih.
Kita perbaiki diri kita hanya karena 1 tujuan : pasangan hidup. Tak sesederhana itu.
Tujuan utama perbaikan diri kita haruslah karena Allah dan agamanya. membangun kebermaknaan diri agar bermakna bagi ummat manusia. Maka insyaallah kita akan menemukan pasangan yang akan berpikir sama: orang yang terbiasa berbuat untuk banyak orang!
Anakku sayang, umi sellau lantunkan doa dalam setiap shalat umi, meski kau masih sangat belia, agar kau mendapat pasangan hidup yang sekualitas Ali saat kualitas dirimu sehebat Fatimah.
Maka dengarkan kata2 umi: tak ada lagi kebahagiaan dunia jika kau sudah temukan imam yang dapat mengajakmu tinggal disurga, bahkan menjadikan dunia seperti surga sebelum kalian menginjakkan kaki di surga sesungguhnya.
Saat kau telah dipertemukan Allah dengan jodohmu, urusan tak lantas menjadi selesai.Kalian harus berjuang untuk menjadi pasangan akhirat kelak. Tak mudah menjadi pasangan dunia-akhirat. Karena semua harus dijalani dengan kesamaan frekuensi dalam keimanan, kesabaran, ketaatan pada Allah selama di dunia. Jika satu saja berbelok dari ketaatan dan tujuan surga, maka bisa jadi 2 orang pasangan dunia tak menjadi menjadi pasangan akhirat. Duh, berat anakku, takut sekali jika umi berbicara tentang hal ini, umi takut dunia begitu melenakan sehingga membuat umi dan abi lupa akan cita-cita surga. maka doakan umi dan abi pun tak hanya menjadi pasangan dunia saja namun menjadi pasangan akhirat yang bisa seindah bidadari…

Anakku…Terakhir kali umi ingin mengatakan padamu, carilah lelaki yang memiliki impian yang keinginannya begitu besar akan surga, Karena jika kau bertemu lelaki semacam ini. Semua langkah hidup, pilihan, keputusan untuk diri dan keluarganya akan disandarkan pada Allah pemilik surga. Jangan hanya mencari lelaki hanya karena mapan, prestise, dan kemuliaan yang dicanangkan orang, namun hatinya tak dekat dengan Allah, tak dekat dengan mesjid, tak dekat dengan orang dhuafa. Karena lelaki seperti ini hanya akan membuat kau tersenyum saat di dunia namun menangis di akhirat kelak… Umi yakin kau akan tumbuh menjadi anak yang tahu betul tentang apa yang harus dilakukan untuk menjadi hamba-Nya yang terbaik dengan jalan pernikahanmu kelak…
Semoga kau bertemu dengan lelaki pendamba surga seperti abimu, insyaallah….:’)

Peluk cium ummi Teruntuk :- buah hati,amanah terindah bekalku untuk ke surga : Kahla Almeera Qaulan Tsaqiila,

“Ummi mencintaimu seperti ummi mencintai surga”…:’)-

Adik-adikku yang dalam perjuangan mencari jodoh terbaik dari Allah, yakinlah bahwa Allah takkan pernah salah, Allah akan hadirkan pasangan terbaik kala ruhiyah kita ada dalam keadaan mencintai Allah dengan amat sangat:’),
berbicara pernikahan bukan sesuatu yang melo, dek. Karena menikah adalah salah satu pencapaian sempurnanya akidah,setengah din kita sempurna dengan menikah. maka jika kita tak sungguh2 merancang ini untuk masa depan surga kita, apalah jadinya nasib kita di akhirat kita nanti?,

Jangan takut, jangan menyerah…
Allah bersama hambanya yang gigih berjuang mengharap Ridha-Nya…
(Mely Raharjo)

Astagfirullahaladzim… malu diri ini jika mengharap sekualitas Ali tanpa memantaskan sekualitas Fatimah. trimakasih kawanku..

semoga kita selalu dibimbing istiqomah berada dijalanNya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...