Langsung ke konten utama

Family Gathering 2018 (1)

Alhamdulillah....

Nikmat Mana yang Pantas Didustakan?

Yang Maha Pengasih
Yang telah mengajarkan Al-Qur’an
Dia menciptakan manusia
Mengajarnya pandai berbicara
Matahari dan bulan menurut perhitungan
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu
(QS Ar-Rahman 1-9)

Terpana! Itulah yang terjadi pada kebanyakan orang saat membaca bahasa indah dan makna tersirat dalam surat Ar-Rahman ini. Kalimat-kalimat indah ini menunjukkan betapa manusia harus bersyukur karena besarnya kasih sayang Allah, karena Allah mengatur alam sedemikian rupa hingga kita beruntung


Copy link : http://meyheriadi.blogspot.co.id/2011/02/nikmat-mana-yang-pantas-didustakan-qs.html

4 hari berlalu, perjalanan itu Insya Allah penuh makna, ada ilmu yang kita petik ada pelajaran yang kita tarik ada kebahagian yang kita kumpulkan, menjadi energi penyemangat untuk hari hari berikutnya. Insya Allah..

Padang - Jakarta - Bandung

04.30 Wib kami beserta 59 rombongan lainnya berkumpul di Bandara Internasional Minangkabau, penerbangan kali ini dijadwalkan pukul 05.15 wib, setelah kami menerima boarding pas, nasi box dan pin, kami langsung menuju pintu keberangkatan, setelah petugas cek boarding pas, kami langsung cek ricek bawaan kami. Saya yang saat itu membawa 1 koper dan 2 ransel punya dua orang adik tercantik. Oya keberangkatan kali ini dalam rangka Family Gathering di kantorku, ada sekitar 59 orang yang ikut dalam rombongan ini, semua keluarga diangkut dah, dari yg bayi sampai ke istri dan suami. Alhamdulillah..

Setelah selesai proses bagasi, kami menuju waiting room. Karna bentar lagi mau sholat subuh, ku titip dulu bawaan serta nasi box ku ke salah satu adekku (Dian), aku dan adek yang satu lagi (Redha) menuju Praying Room di lantai atas ruang tunggu bandara ini. Masya Allah ternyata dah pada rame, pada nungguin waktu subuh masuk. Beberapa menit kami menunggu waktu subuh datang, beberapa ada yang mulai ng dapat saf buat sholat, antri dulu dah.

Akhirnya salah seorang bapak mengumandangkan azan subuh, langsung qomat aja ya Pak, biar cepat. eh ternyata pas di tahiyat akhir si CS udah manggil, buat kita segera masuk ke pesawat, nah.. itu para jamaah sedikit berlari dan terkesan tergesa gesa menuju ruang tunggu, termasuk aku juga..

kadang gini deh.. kita rela menunggu demi ng ketinggalan pesawat, saat ada info kalau pesawat segera berangkat kita segera dan tergesa mengejarnya.. tapi terkadang jika azan berkumandang, kita berleha-leha dan sering mengambil akhir waktu untuk menunaikannya #astagfirullah #Selfreminder 

Sampai di ruang tunggu, kata Dian,  guide  kami dari PT Mitra Tour bro Surya, ternyata udah bolak balik ke mushala, nyari kami yg lagi sholat, sedikit tegang juga tuh wajahnya. Ya iyalah kami baru kelar sholat juga, salahnya maskapai sih, buat jadwal penerbangan pas waktu sholat. hehe..


Sekarang kami udah duduk manis dalam pesawat, ternyata pesawatnya ng langsung berangkat teman, ada sedikit perbaikan katanya si teknisi. hmm..


- Bersambung


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...