Langsung ke konten utama

Mencari Pahlawan Indonesia

Jika para pahlawan adalah anak jaman mereka, tentulah mereka membutuhkan potongan-potongan zaman yang merangsang munculnya kepahlawanan mereka. Ada banyak orang bait yang lahir dan mati tanpa pernah menjadi pahlawan; karena ia lahir pada jaman yang lesu, di mana hampir semua perempuan seakan mandul atau enggan meiahirkan pahlawan. Begitulah awalnya kesaksian kita; ada banyak potongan zaman yang kosong dari para pahlawan. Jaman kevakuman, jaman tanpa pahlawan. Pada potongan jaman seperti itu mungkin ada orang yang berusaha menjadi pahlawan; tetapi usaha itu seperti sebuah teriakan di tengah gurun; gemuruh sejenak, lain lenyap ditelan sunyi gurun.



Itulah yang terjadi pada saat sebuah peradaban sedang terjun bebas menuju kehancuran atau keruntuhannya. Ambillah contoh seting sejarah Islam kembali. Setelah berakhirnya kekuasaan Daulatul Muwahhidin dan Daulatul Murobithin di kawasan Afrika Utara pada penghujung milenium hijriah pertama, sulit sekali menemukan nama besar dalam sejarah Islam. Siapakah pahlawan Islam yang kita kenal dari generasi abad kesebelas dan keduabelas hijriyah? Saat itu bertepatan dengan abad kedelapanbelas dan kesembilanbelas hijriyah. Saat itulah, penjajahan Bangsa Eropa atas dunia Islam terjadi.

Para pahlawan Islam baru bermunculan kembali setelah abad ketigabelas hijriyah. Generasi pahlawan yang muncul pada abad ini adalah pahlawan pembaharu Islam. Ada nama Muhammad Bin Abdul Wahhab di Jazirah Arab. Ada nama Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Hasan Al-Banna. dan Sayyid Quthub di Mesir. Ada Al-Maududi di Pakistan dan ada Al-Kandahlawi di India.

Begitulah mata rantai kepahlawanan pembaharu dimulai; kelesuan jaman mandul telah sampai pada titik nadirnya; kesabaran orang-orang terjajah telah habis, kelemahan orang-orang tertindas telah menjelma jadi kekebalan. Mereka terbangun dalam gelap, bergerak dalam ketidakjelasan. Akan tetapi, mereka telah bergerak. Ruh kehidupan umat telah kembali.

Sejarah kepahlawan manusia, dengan demikian, sebenarnya merupakan bagian dari sejarah peradabannya. Ini menjelaskan mengapa lebih banyak pahlawan yang lahir dari peradaban-peradaban besar dan relatif tua. Masyarakat primitif, sebaliknya, biasanya memiliki nasib yang sama dengan masyarakat dari sebuah peradaban yang baru saja mengakhiri kejayaannya; seperti perempuan mandul yang tidak mungkin melahirkan pahlawan.

Kenyataan inilah yang menjelaskan hubungan timbal balik antara pahlawan dan lingkungannya, antara tokoh dan peradabannya; sejarah peradaban adalah sejarah para pahiawannya, tetapi para pahlawan itu tetap saja merupakan anak-anak yang lahir dari rahim peradaban. Para pahlawan menjadi simbol kekuatan sebuah peradaban, tetapi peradaban memberi ruang yang luas bagi munculnya para pahlawan itu. Sebaliknya pun demikian. Hilangnya para pahlawan adalah isyarat matinya sebuah peradaban, tetapi runtuhnya sebuah peradaban adalah isyarat hilangnya ruang gerak bagi para pahlawan.

Hubungan antara pahiawan dan lingkungannya, antara tokoh dan peradabannya adalah hubungan yang saling menghidupkan dan saling mematikan.


By. dikutip dari Buku Bapak Annis Matta :) "Mencari Pahlawan yang Hilang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

P.A 2x11 6

Bismillah...  Alhamdulillah, mungkin itu belum cukup untuk rasa syukur yang tiada daya akan diri yang hina ini kepada Sang Pencipta.   Sungguh, kejadian ini menjadi momentum perubahan sikap.  Mungkin Allah SWT menguji melalui cara ini.   Ya Rabb, ampuni segala khilaf diri.   Mulai hari ini, berusaha menjadi pribadi mulia, meski bertahap dan berproses.   No Ria dan takbbur.   KArna Istilah ini berarti :   Takabur menurut bahasa artinya adalah sombong atau membanggakan diri.   al-Riya’ adalah memperlihatkan amal kebajikannya kepada manusia.   Thanks Ya Rabb,  alhamdulilah... Engkau masih sayang akan hamba.   Engkau tolong hamba dari arah yang tak terduga.  Dear My sist, Im Sorry for my mistake.  Untuk Pahlawan di siang bolong, makasih banget ya.   P.A 2x11 6 4 January 2015

ikhtiar yaaa

Dengan Siapa Kita Menikah? disela menegerjakan tugas kuliah, saya mendapat pesan dari teman melalui whatsapp. Gemetar & menentes air mata ketika membacanya… Bismillaahirrahmanirrahiim,Nak, ramadhan memasuki 10 hari terakhir, Maafkan sudah lama ummi tak menulis pesan-pesan hidup untukmu. Kali ini umi ingin bercerita tentang takdir jodoh. Ummi tak tahu siapa kelak jodohmu dan dengan cara apa kau bertemu dengan pasangan duniamu, namun bolehkan umi bercerita hikmah tentang maha besarnya Allah yang mengatur masalah pertemuan 2 hati manusia dengan keindahan takdirnya Nak, jika kau bertanya: “Kapan saya menikah?” Adalah takdir yang bisa menjawabnya Takdir tak bisa datang segera saat kita pinta, atau malah mendekat kala kita belum siap. Remah cerita tentang perjalanan seseorang meraih pasangan dunia nya selalu memberikan pembelajaran tersendiri untuk umi, sepanjang umi pernah membantu proses taaruf beberapa ikhwan dan akhwat…, yang paling membuat umi terharu adalah betapa Alla...

Strategi Memasuki Dunia Kerja

Dunia kampus yang sesat lagi akan ditinggalkan. Menuntut para mahasiswa dan mahasiswi yang akan meninggalkan kampus untuk segera mengatur strategi menghadapi masa depannya. Banyak pilihan yang akan diambil, namun saat telah memasuki dunia kerja akan ada berbagai macam kenyataan yang akan dihadapi. Kadang kenyataan itu tidak sesuai dengan apa yang kita fikirkan. Dalam penantian untuk diwisuda, ada juga beberapa mahasiswa yang mencoba untuk melamar pekerjaan. Mencoba peruntungan lewat lamaran-lamaran yang dikirimkan. Para ex mahasiswa dan mahasiswi yang bertitle pencari kerja berbondong-bondong mencari informasi lowongan pekerjaan, baik itu di media massa, internet sampai ke kantor pos. Kadang pekerjaan yang diterima tidak bersesuaian dengan bidang ahli yang kita miliki. Alih-alih ingin mencari pengalaman, yang ada malah timbul perasaan tertekan dengan pekerjaan yang diterima dan selalu menghantui karna tidak sesuai dengan keinginan kita. Jadi saat kita mencoba terjun kedunia pekerjaa...