Langsung ke konten utama

Sebuah Kaus Kaki

01. cinta seringkali datang dari hal-hal sederhana bukan mewah | seperti kaus kaki yang kau kenakan saat gerimis di tengah sawah
02. saat engkau tunjukkan pekerti yang memikat hati | cerminkan kehormatan diri dan taatmu jadi jaminan hari nanti
03. walau jilbabmu terbasah lumpur yang menggenang | jangan tanya kaus kaki yang kotor bukan kepalang
04. namun engkau tetap tenang tak bergeming | memikirkan taatmu pada siapa? itu yang buat merinding
05. tanpa kusadari ada rasa haru menelisik masuk | romantisme manapun tidak ada saingan bagi takjub yang merasuk
06. namamu pun aku tak tahu, tapi yang tersebut justru nama Tuhan-mu | "subhanAllah yang telah menciptakan Muslimah taat semisalmu"
07. karena taat pada Allah maka seorang Muslimah layak dinikahi | sebab mendidik anak yang menyembah Allah perlukan iman yang sejati
08. cinta itu membutakan, cinta karena Allah lebih tak peduli | urusan apa asal etnis dan kekayaan, bila sudah taat Allah apa lagi dicari?
09. kukirimkan sepucuk surat padamu, isinya permintaan pernikahan | karena Allah sudah menjaminmu, tiada kuperlukan pacaran
10. tak perlu lagi berkenalan, karena kauskaki kotor sudah jadi saksi | jika perintah Allah engkau dengarkan, begitu juga kelak pinta suami
11. engkau balas surat dengan kata "engkau belum mengenalku" | aku memang belum mengenalmu, tapi yang kutahu lebih dari cukup bagiku
12. pantang menyia-nyiakan Muslimah yang taat Allah | di rumah tangga kelak yang begini yang mengundang berkah
13. kaus kaki kotor berbicara lebih banyak daripada lisan | memberitahu lebih banyak dari kebohongan bertopeng pacaran
14. adakala kejujuran lebih mudah dilihat dari perbuatan | namun pacaran sudah pasti mensyaratkan kebohongan
15. kaus kaki memang tak bisa bicara, namun ia tiada berdusta | beda dengan pacaran yang katanya cinta, namun minta pemuas nafsu nista
16. ingatkah engkau tentang pasangan aktivis-pacaran yang menuding | bahwa pernikahan kita tak didahului pacaran karenanya tak langgeng?
17. tahun demi tahun tanganmu tetap kugenggam hingga hari ini | sementara yang berpacar tiada menikah dengan alasan itu dan ini
18. tidak salahlah aku memilihmu, berbekal telaah kaus kaki | hatimu mudah menerima nasihat, asalkan ada hadits dan ayat
19. tiada salah aku menunda kenikmatan masa muda | karena sekarangpun aku pun tak ingat lagi -dan tak peduli- pernah muda
20. sabar menanti yang halal akan berakhir satu saat nanti | namun nikmat bersama yang tak halal akan jadi penyesalan nanti
21. dulu aku berusaha jadi ksatria, tidak memenuhi kepalamu dengan janji | komitmenku adalah akad nikah, ucapan sayang masih banyak masa
22. sekarang akupun tetap ksatria, mencari bagimu hanya yang halal | berucap padamu hanya yang baik, dan mengajarmu hanya yang benar
23. dan ksatria itu adalah menikahi, atau sudahi | bukan memulai yang tak bisa diselesaikan dengan menikahi
24. jelas bukan ksatria yang mengucapkan cinta, sayang | sedang bertemu wali dan tentukan tanggal saja banyak alasan
25. bila betul niatmu mencintai karena Allah | maka menikah itu pahala bagimu, bila belum siap dan berpisah itupun pahala bagimu
26. didik dirimu dengan Al-Qur'an, latih dirimu bergerak dalam dakwah Islam | itu jaminan hari tua, engkau bersama dengan orang yang benar
27. hormati dirimu, muliakan kehormatanmu | berikan pada lelaki yang siap mengambilnya dengan menikahimu, bukan menjanjikan harapan palsu
28. tutupi auratmu, pakai kaus kakimu | karena lelaki baik akan menundukkan pandangan, karenanya akan melihat kebawah kakimu :D

 Posted in: KULTWIT USTADZ FELIX

Komentar

Postingan populer dari blog ini

P.A 2x11 6

Bismillah...  Alhamdulillah, mungkin itu belum cukup untuk rasa syukur yang tiada daya akan diri yang hina ini kepada Sang Pencipta.   Sungguh, kejadian ini menjadi momentum perubahan sikap.  Mungkin Allah SWT menguji melalui cara ini.   Ya Rabb, ampuni segala khilaf diri.   Mulai hari ini, berusaha menjadi pribadi mulia, meski bertahap dan berproses.   No Ria dan takbbur.   KArna Istilah ini berarti :   Takabur menurut bahasa artinya adalah sombong atau membanggakan diri.   al-Riya’ adalah memperlihatkan amal kebajikannya kepada manusia.   Thanks Ya Rabb,  alhamdulilah... Engkau masih sayang akan hamba.   Engkau tolong hamba dari arah yang tak terduga.  Dear My sist, Im Sorry for my mistake.  Untuk Pahlawan di siang bolong, makasih banget ya.   P.A 2x11 6 4 January 2015

ikhtiar yaaa

Dengan Siapa Kita Menikah? disela menegerjakan tugas kuliah, saya mendapat pesan dari teman melalui whatsapp. Gemetar & menentes air mata ketika membacanya… Bismillaahirrahmanirrahiim,Nak, ramadhan memasuki 10 hari terakhir, Maafkan sudah lama ummi tak menulis pesan-pesan hidup untukmu. Kali ini umi ingin bercerita tentang takdir jodoh. Ummi tak tahu siapa kelak jodohmu dan dengan cara apa kau bertemu dengan pasangan duniamu, namun bolehkan umi bercerita hikmah tentang maha besarnya Allah yang mengatur masalah pertemuan 2 hati manusia dengan keindahan takdirnya Nak, jika kau bertanya: “Kapan saya menikah?” Adalah takdir yang bisa menjawabnya Takdir tak bisa datang segera saat kita pinta, atau malah mendekat kala kita belum siap. Remah cerita tentang perjalanan seseorang meraih pasangan dunia nya selalu memberikan pembelajaran tersendiri untuk umi, sepanjang umi pernah membantu proses taaruf beberapa ikhwan dan akhwat…, yang paling membuat umi terharu adalah betapa Alla...

Strategi Memasuki Dunia Kerja

Dunia kampus yang sesat lagi akan ditinggalkan. Menuntut para mahasiswa dan mahasiswi yang akan meninggalkan kampus untuk segera mengatur strategi menghadapi masa depannya. Banyak pilihan yang akan diambil, namun saat telah memasuki dunia kerja akan ada berbagai macam kenyataan yang akan dihadapi. Kadang kenyataan itu tidak sesuai dengan apa yang kita fikirkan. Dalam penantian untuk diwisuda, ada juga beberapa mahasiswa yang mencoba untuk melamar pekerjaan. Mencoba peruntungan lewat lamaran-lamaran yang dikirimkan. Para ex mahasiswa dan mahasiswi yang bertitle pencari kerja berbondong-bondong mencari informasi lowongan pekerjaan, baik itu di media massa, internet sampai ke kantor pos. Kadang pekerjaan yang diterima tidak bersesuaian dengan bidang ahli yang kita miliki. Alih-alih ingin mencari pengalaman, yang ada malah timbul perasaan tertekan dengan pekerjaan yang diterima dan selalu menghantui karna tidak sesuai dengan keinginan kita. Jadi saat kita mencoba terjun kedunia pekerjaa...