Langsung ke konten utama

Support System Terbaik

 Alhamdulillah pagi ini Tanggal 10 Sep 2026 duo bocah tinggal sama ayah di Toko Ambo Jaya dan Toko Syuhada Tailor, makasih suamiku untuk support system nya, walau emang nanti ada aja yang bikin Ayah keteteran, tapi dengan mereka berdua Ayah jadi rame kan hehehe. 

Bunda udah mau rencana bawa Ara kekantor, tapi Ayah berucap "Biar keduanya disini saja, kondisi cuaca ndak baik untuk mereka motoran sampai kekantor Bund".  

Ya, ini hari kedua diberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) jadi Uda Karim tidak masuk sekolah sampai Jum'at esok, pelajaran digantikan dengan murajaah surat pendek. Kemaren setoran suratnya, Al falaq dan Annas, hari ini Al ikhlas. Kemaren itu Uda Karim dirumah nenek, jadi videonya dikirim oleh mah eda ke Bunda, atas kerjasama mah eda bersama nenek, untuk hari ini, baru jam 08.47 wib, udah masuk chat dari Ayah, karena sebelumnya Bunda juga kirim VN ke hp Ayah.

"Yah, hari ini tugas Uda Karim dari bu Guru setor murajaah surat Al Ikhlas yah, moga aja Karim mau divideoin ya yah" isi VN bunda ke Ayah.

Chat yg bunda terima sebuah video, setelah bunda download, ternyata video Karim dengan gamis maron dan peci putihnya, masyaallah Karim udah standby depan video untuk murajaah. Ternyata di luar prediksi bunda, hehe, lebih mudah ya kalau bersama ayah rekam videonya.

Iseng bunda bertanya ke ayah melalui whatsapp.
"Apo ayah bujuk Karim, kok mau dia langsung yah?" ketik bunda
"Ndak ada, Karim kan memang sudah hafal, tadi Ayah suruh aja ganti baju dengan yg rapi, dan dia pilih gamis maroonnya serta peci" ucap Ayah dengan VN ke hp Bunda.

Masyaallah, makasih banyak ya Yah, dalam videonya, ada juga Adek Ara yang mendampingi Uda Karim setor tugas PJJ hari ini. Alhamdulillah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...