Langsung ke konten utama

SAVE KENANGANMU

 Bismillah


Alhamdulillah ndak nyesal nyisihin sedikit rupiah dan waktu untuk milih foto2 mereka waktu kecil.

Kemaren mereka buka lagi album yg mereka ambil di lemari, sambil bicara ke ayah.


👦🏻 : "Yah, masih kuat ndak lempar Karim ke udara kayak gini? sambil tunjukin fotonya di pantai yang ayah lempar ke udara waktu dia masih usia 3 th.

👨🏻‍🦱: "Waah, Ayah coba dulu ya, kan Karim sekarang udah gede, ucap Ayah sambil memandang album foto itu.


Seketika Ayah langsung ambil posisi depan kedai Syuhada Tailor, dan Karim segera meletakkan album diatas motor yang terparkir.

"Yuk" ucap ayah sambil posisi gendong

dan "Hap" Karim pun dengan senyumannya terbang ke plafon kedai Syuhada Tailor.

Dengan bangga dia berucap "Lagi Yaaaah"


Disaat yang sama Ara juga sudah menunggu giliran, mau diterbangkan ke udara.

Benar saja posisi nya tak sejauh dulu lagi antara jarak tangan Ayah menangkap dan badan para bocah itu


Selain mereka sudah makin bertumbuh, kondisi ayah juga udah tak se kuat dulu lagi.


👧🏻: "Asyik ya Bund, album ini Ara jadi ingat kalau Ayah lempar Ara ke udara" ucap anak gadis 4 tahun itu ke Bunda setelah menikmati wahana tangkap udara bersama Ayah


🧕🏻: "Iya ya Ra, nanti kita cetak album lagi ya Ra" ucap bunda kemudian


Bersyukur moment bersama mereka tak tinggal di hp saja, saat mereka rindu, bisa mengobati.

Alhamdulillah, masa kecil bersama Ama dan Apa juga masih rapi tersimpan di album rumah nenek.


#tulisanamie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...