Langsung ke konten utama

PJJ Kembali




Hari ini Rabu 16 Sept 2026, Kota Padang sedang tidak baik baik saja, pagi itu seperti biasa, Bunda dan Karim sudah bersiap menuju kantor dan menuju sekolah. Setelah semua dirasa oke, Bunda langsung order maxim, dengan menggendong Ara sebelah kiri, dan memegang hp sebelah kanan.

Bunda menciumi Ara dibalik masker putih bunda.

Ara pun tersenyum simpul, yap rutinitas bunda setiap pagi, untuk mengisi tangki cinta itu, semoga aja ,meluber kemana mana hehehe.


"Bunda berangkat dulu ya sayang" ucap bunda kemudian sambil menyerahkan gendongan Ara ke Ayah, yang sedari tadi udah mulai melayani pembeli pertama di TB Ambo Jaya.

"Iya bunda, 2 hari lagi Jum'at kan nda?" balas Ara kemudian.

"Bukan nak, tinggal 1 hari lagi"sahut bunda

"Yeees"ucap Ara lagi.


Setelah itu bunda memakai helm dan menaikkan karim setelah bersalaman dengan Ayah, posisi belakang lebih baik untuk Karim, mengingat kabut asap makin pekat di kota Padang. Melewati simpang Alai, lampu merah samping masjid raya, lampu merah raden saleh, dan akhirnya belok kiri setelah RM Ajo di ulak karang, sampailah kita di gerbang sekolah Karim, seperti biasa Karim maunya diantar sampai gerbang depan saja, tidak mau sampai depan pagar sekolah.


Setelah diturunkan dan memakai tas, Karim segera berlari menuju sekolah, dan Bundapun naik maxim lagi menuju kantor.


"Buuu..." ucap ibu kantin saat melihat Karim berlari ke sekolah

"Hari ini libur buuu" ucap beliau kemudian sambil angkat tangan isyarat suruh berhenti

"Pak, tunggu sebentar"ucap bunda sambil berusaha memberhentikan maxim

"Ndak sekolah anak ternyata Pak" ucap bunda lagi


Bunda pun turun, dan ibu kantin pun memanggil Karim, Karim pun segera mendekati Bunda dan Pak maxim.


"Makasih ya bu, awak alun ado caliak hp tadi lai" ucap bunda ke ibu kantin

"Iyo bu" balas ibu kantin dengan senyuman.


Bunda dan Karim akhirnya melanjutkan perjalanan dengan maxim menuju kantor.


"Tadi udah Karim lihat juga di mushala, ndk ada juga teman-teman" ucap Karim diatas maxim

"Iya nak hehee" balas Bunda


Sampai dikantor, bunda cek wag TK, ternyata info dadakan, baru dikirim bu guru jam 06.28 hari ini, dan Bunda pun sejak malam setelah hp mati, tidak ada cek pesan masuk lagi.


Dikantor, karim kirim VN ke grup TK, balas info bu guru.


"Bu, ndak jadi kita cocokkan eskrimnya hari ini bu?" suara Karim mengudara di WAG itu

dan bu guru segera reply VN Karim dengan ketikan 


"Iya karim, maaf y. Ky nya g jadi keg mencocok pola es krimnya. Insyaallah nanti kita ganti dg keg yg lbih seru lag y.."

"oke bu" ucap Karim


Akhirnya Karim minta softfile eskrimnya ke bu guru, dan Karim mewarnai di ruangan kakek.


#tulisanamie

09:13

16-9-2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...