Langsung ke konten utama

Karim Demam

 Bismillah


Pagi ini 7 September 2026

Uda Karim lagi demam, kemaren waktu bermain di RTH Imam Bonjol dan Pantai Padang, doi semangat sekali.

Dengan membawa bola buatan Karim dan Ayah, Karim senang sekali bermain di lapangan hijau bersama Ayah, Bunda dan Ara.


Setelah itu lanjut ke pantai Padang, bermain pasir dan ombak, padahal belum ada prepare untuk singgah ke Pantai, walhasil, mereka berdua pulang dalam keadaan celana berpasir dan basah. Waktu pulang Ayah singgah dulu ke Pasa Raya, membeli perlengkapan untuk jualan di TB Ambo Jaya, nah disanalah Uda Karim udah agak sedikit lemas, tak seperti semangat di RTH dan pantai Padang tadi.


"Karim ngantuk ya?" ucap Bunda saat Karim meletakkan kepalanya di paha Bunda

"Ndak Bund" Ucapnya lemas


Seketika itu tangan Bunda mengelus kepala Karim.

"Wah, ini Karim demam Nak" Ucap Bunda kemudian, karena panas dikepala Karim terasa

Karim hanya tersenyum, memang Karim kalau sakit tidak rewel, dia hanya akan memilih duduk diam, tanpa rengekan dan tanpa tangisan.


Masyaallah, kita masih menunggu Ayah belanja.

Karim memilih tetap duduk dipangkuan bunda.

Akhirnya Ara celetuk "Kenapa Uda Karim bunda gendong?" ucapnya kemudian, karena memang kalau lagi sehat Karim akan tetap berlari kesana kemari, dan sekarang Ara melihat Karim lebih anteng di gendong Bunda.


"Iya Dek, Uda Karim lagi panas kepalanya, jadi lesu, makanya bunda gendong aja" Ucap bunda kemudian dibalas anggukan oleh Ara, sambil melanjutkan main hotwheels pink nya.


Pagi ini, Ara yang ikut Bunda ke kantor, karena Karim izin dan istirahat dulu di Kedai Syuhada Tailor bersama Ayah, mengingat badannya masih agak deman, serta cuaca Kota Padang yang sedang tidak bersahabt, kemaren sudah dapat info juga dari grup sekolah Uda Karim, kalau murid murid dianjurkan memakai masker.


Semoga negeri kita kembali pulih, serta Uda Karim juga segera sembuh


Aamiin


#tulisanamie

7-9-26

09:38 AM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...