Langsung ke konten utama

Berlebihan... Kasihan...

07.40 wib jam di dinding menunjukkan waktu hari ini.
aku bergegas menuju kantor.

iya, pagi ini aku naik angkot, karna Apa ku lagi kurang enak badan (Syafakallah Apa)
 “semoga Allah menyembuhkan Apa secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya”.

hmm, aku merayu adikku yang bungsu buat ngantar ke Simpang pasar pagi depan, yang jaraknya sekitar 5 menit jika dengan sepeda motor.

Halaman depan rumah yang becek karna hujan semalam, agak menyulitkan dia menunggangi si hitam itu.
Inisiatif diri buat jalan sedikit biar ng tertalu berat.
Melewati rumah tetangga depan yang bertingkat itu, aku bahagia sekali, kenapa karna adikku ini lucunya minta ampun.

Dengan jaket meong-meong busana yang dia pakai pagi itu, bikin aku tambah gembira saja.
So, saat dia sudah standby depan jalan yg sudah lumayan cantik, namun ng terlalu cantik, aku semangat nih menaiki motor.

oya, pas aku mau naik, Ama yang telah selesai telpon Cucu cantik nan sholeha di Duri, anaknya Kakak pertamaku Kak Na, beliau menuju halaman samping dan melihat kandang itiak sarati jo itiak aia, bersorak " Ami, lah baok sayua?" aku ngejawab "Alun Ma", Ama ku dengan sigap pergi ke Dapur, buat bungkusin sayur untuk sarapan dikantor nanti, Ama is the best lah, sekarang aku dah pegang kotak sayung berwarna Ungu.

Oke lanjut, buat naik si hitam...

Biasa, aku nan dari dulu sering di ingatkan oleh adek tengahku yg sekarang kuliah di Batusangkar, gini katanya "Kak Mi, kok naik motor tu, jan maloncek". Kadang aku usil bgt, naik motor dengan duduk nyamping itu, musti dengan action yang BERLEBIHAN.

Nah, inilah pagi yang mengharukan dan lucu, bagi kami, dua beradik nan manis ini.

Setelah aku meloncat ke atas motor, "Gbbrkk, eh eh... puuushh, kreeek" si hitam pun pingsan, kesebelah kanan jalan, "oh no, kami terjatuh permirsah"😖😖

sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT0wMfqsu70Z1Ep3gksyzXm-0-hMMW6XB1FgxgqXQEQo1q-lIutTZ7nAv78IAsvmnjsUKsWgbnM5Gb_YkNkLBCBe-g-xC5Gf21UkZusU4DS8G8CZo4_KYXbhM1exnSATciCuSTMQrf1QeQ/s1600/awas-jatuh_gede.jpg
(pinjam yaa broo)

Sekian dulu ya, kami jatuh dengan heppy kok, kami bahagia, buktinya sekarang aku sudah stay depan meja kerjaku. Adikku manis si bungsu, maap ya heheh..

Ibrah dari kejadian ini :
- kalo mau naik motor jangan lebay
- jangan trauma mengendarai motor
- jangan berlebihan bahagianya, sewajarnya aja



Rawang Tunggul Hitam,
23-12-2016
09:58

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...