Langsung ke konten utama

Wanita itu

Assalamualaikum...

AWALNYA KITA 😔
🙍Dari tak pakai kerudung,
👑Mulai memakai kerudung,
👰Dari kerudung pendek,
😊Mulai kerudung panjang,
🎽Dari lengan terbuka,
👘Mulai ditutup baju lengan panjang,
👡Dari kaki terbuka,
Mulai tutup biar tak terbuka.

😭mudahkah semua itu? 😭

👤Belum lagi ada cacian orang.
😒Belum lagi ada pandangan tak mengenakan.
👥Belum lagi ada kritikan kawan- kawan.

💝Ya semua itu tak mudah.💝

💬 Dalam perih menerima cacian
😭 APA TEMAN TAHU APA YANG PALING PERIH BAGI ORANG YANG MENCOBA BERHIJRAH MENCARI RIDHA ALLAH?

🐛YANG PALING PERIH ADALAH,
😔bila orang pandang kita baik,
😔Pandang kita sempurna,
😔Pandang kita cukup terjaga,
Sedangkan hati masih dicemari dosa dosa.
😭Sedangkan ilmu belum seberapa.
😭gaya sana sini.
😭Kpop enak d telinga.
😭Tilawah entah kemana.
😭yang orang ingat,
Muslimah berkrudung itu tinggi ilmunya.
😔 baik akhlaknya.
😔Muslimah tertutup itu sempurna orangnya.

😭Sedih bukan dianggap begitu?
😭Sedangkan diri tak seindah itu.

🌼Orang itu tak tahu.🌼

🍂Muslimah itu kadang- kadang rapuh.
🍃Kadang -kadang jatuh.
🐚Kadang kadang tak utuh.
🎭Kadang kadang menyimpang jauh.
👺Kadang kadang lebih berdosa dari pendosa.
😭Kadang kadang tak sadar dengan kodratnya.

🌷Orang itu tak tahu🌷
☝Muslimah itu sama.
😭Manusia biasa.
💝Ada rasa.
💝Ada jiwa.

🌷Orang itu tak tahu🌷

😭Muslimah itu juga sedang berperang melawan nafsu dunia.
😭Karena dia sadar,
💝Hatinya tidak sejernih yang orang lain kata.

😔Tabah lah muslimah😔

👣Andai jalan itu yang di pilih.
🎁Allah pun telah memelihara kita
🌹Allah telah menjaga kita
😭Lalu, kita mmblas pada cara kita menjaga apa yang Allah jaga untuk kita.

🎒Hidayah Allah itu perlu di cari.
😓Bukan di nanti.
🚗Cari sejauh mungkin.
⚓Gali sedalam dalamnya.
🔰 bila ia telah di temui,
😭jagalah ia dg istiqomah sejati

😓bilau kau biarkan hidayah itu pergi.

✌dg berfikir tak kuat lagi.
✌dg berfikit kebaikan bisa lain kali.
✌apalagi menunggu bersihnya hati.

💝Hidayah Allah itu ada waktunya.
💝Hidayah itu tidak menunggu kita andai kita tak pergi mendapatkannya.

🎁Bila hidayah sudah ada,
👹walau terus hati keras berkata,
😔Belum bersedia.
😔Karena perubahan itu tak perlu yang secara tiba tiba.
🚲Kayuhlah pelan pelan asalkan ia berjalan.
🚶Jangan biar hidayah itu pergi tanpa kita coba mengambilnya.
🏃Kerna bila ia pergi, belum tentu ia datang kembali.

💝Hati belum siap tak apa,
✌Asalkan ada usaha kita,

🌂Ada juga muslimah yang memilih untuk menutup luarannya.
🙅ada juga yang Bukan untuk mengurangi dosa2 nya.
😭 ingin meraih pandangan baik manusia.
🙌Tapi Sekurang kurangnya,
🎀Dia coba menutup apa yang sepatutnya dia Jaga.
🙅Melindungi Apa yang telah Allah amanahkan padanya.
🎀Mana tahu, dengan kita menjaga hidayah yang Allah beri,
💧Allah beri pula kita rasa untuk mendidik hati dari dalam?
💼Sebab kadang kadang,
👜Dengan menjaga luaran, juga terdidik lah yang dalaman.

😊Insya Allah.
Aamiin Allahuma Aamiin..

😌oleh karena itu,
Bila kita sudah melangkah untuk berubah,
💢Masih juga terkadang Muslimah itu,
👒Ada kesalahannya.
👔Ada hilap langkahnya.
💎Ada kekurangannya.

😭Betul.
😭Manusia itu tak sempurna.
☝Namun jika benar perubahan itu lillahitaala,
☝Semua karena Allah.
💪Jangan lembek!
Jangan lemah!
🙇Bila jatuh, bangun lagi.
🚶Bila tersungkur bangkit lagi.
🙅Jangan mengalah.
😊Inginkan kan syurga,
Maka beramal lah seperti ahli syurga.
☝Dan yang paling penting,
👭Biar saja manusia mau berkata.
☝Jangan expect semua manusia akan suka perubahan kita.
😐Deal?
😊Senyum.
👝Pegang dada.
Sematkan dalam diri.
🌟"Aku lakukan ini karena aku ingin bertemu kekasihku Rasulullah di syurga nanti.
🌟Aku lakukan ini karena kasih sayang Allah yang cukup banyak membimbing aku ke sini"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...