Langsung ke konten utama

Gadget oh Gadget...

Pagiii All...

Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian... 

nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut :


moga bermanfaat....


Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga


Rasanya sudah saatnya kita lebih mewaspadi bahaya gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga.

Pernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan?
Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya.

Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dalam dinding beton yang bernama rumah tangga.

Sang ayah, sibuk menjawab email dari pelanggan dan rekan kerja. Ibu sibuk berfesbuk atau milih-milih gaun baru dari situs belanja online. Anak sulung sibuk dengan Instagramnya. Dalam situasi begini, yang jadi korban justru Si Kecil yang cuma dapat hardikan, “sana! main video game atau nonton tipi aja! Papa lagi sibuk kerja.”

Kendatipun gadget termasuk  handphone banyak memberikan kemudahan dan manfaat dalam kehidupan manusia, jika kita tidak dapat menggunakanya dengan bijak dan menyimpang, justru akan  jadi kontra produktif dan bisa merusak beberapa sendi kehidupan manusia.

Berikut beberapa dampak negatif  dan bahaya gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga umumnyabagi hubungan dan kehidupan sosial manusia :

Mengacaukan Tujuan Hidup

Fakta yang tak dapat disanggah dalam kehidupan adalah kita hanya sanggup menikmati waktu dan kesempatan yang kita miliki cuma satu kali.  Setelah kesempatan dan waktu tersebut kita gunakan tak akan pernah datang waktu dan kesempatan yang sama. Intinya, usaha apapun yang kita lakukan hari ini baik baik atau buruk, akan memberikan dampak besar bagi kehidupan kita di masa mendatang.

Banyak orang sibuk yang kehilangan kesempatan berharga untuk melewatkan waktu yang berkwalitas dengan keluarganya karena sibuk membuka email untuk menjawab permintaan langganan maupun kolega kantornya. Lebih buruk lagi, jika kesempatan itu cuma dihabiskan untuk main game atau bermedsos, mengesampingkan keluarga yang justru membutuhkan kehadiran kita.

Menciptakan Hubungan Palsu

Ketika kita lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya baik melalui Sosmed, SMS atau Chat, kita akan kehilangan banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi secara langsung di dunia nyata. Hal ini akan jadi penyebab timbulnya stres baik dalam hubungan perseorangan maupun di tempat kerja akibat timbulnya kesalahpahaman karena komunikasi yang tidak nyambung.

Meningkatnya tingkat kegagalan hubungan dan tingkat perceraian yang makin tinggi, salah satunya adalah akibat kegagalan membina komunikasi yang efektif termasuk kemampuan membaca bahasa tubuh, gesture dan intonasi suara. Semua komponen komunikasi yang berharga ini tidak akan kita dapatkan dalam komunikasi maya.

Kemampuan untuk bermusyawarah, memberi dan menerima cuma bisa diasah melalui praktek dan latihan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari yang nyata dan tidak dapat diasah lewat handphone atau tekhnologi canggih lainnya.

Penyebab rusaknya hubungan

Keseimbangan antara kehidupan profesional dan kehidupan rumah tangga memegang peran penting bagi utuhnya sebuah hubungan. Ada banyak orang tua, terutama pasangan muda yang menghabiskan waktu lepas kerjanya dengan tenggelam dalam dunia maya. Ayah, sibuk menjawab email kantor, ibu sibuk bermain facebook atau mungkin menyalurkan hobby shoppingnya dengan mengakses situs belanja yang menggoda.

Sang anak yang berusaha meminta perhatian orang tua sekedar ngobrol atau minta bantuan mengerjakan pekerjaan rumah malah terpinggirkan. Diminta nonton TV atau main game. Kebiasaan berulang seperti ini akan menyebabkan renggangnya komunikasi sesama anggota keluarga.

Akibatnya jangka panjangnya, akan lebih parah, Anak-anak akan melakukan berbagai caran untuk mendapatkan perhatian orang tua. Jika mereka tidak mendapatkan perhatian dengan berlaku manis, mereka akan mencarinya dengan bertingkah naka sekedar mendapatkan perhatian orang tua. Jika kebiasaan ini berlanjut bisa anda bayangkan akibatnya. 

Menyebabkan Ketagihan

Jika kita menggunakanya dalam batas kewajaran, memang keberadaan gadget dan media sosia sang membantu dan memudahkan, membuka email dari kolega atau rekan kantor, mencatat sesuatu yang penting, mengabadikan momen-momen indah bersama keluarga atau bisa menemukan dan terhubung kembali dengan teman sekolah dulu.

Meskipun demikian jika kita lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya dan jadi pemisah antara kita dengan keluarga dan teman di dunia nyata, sudah waktunya anda mempertimbangkan untuk menguranginya. Masalahnya waktu yang anda miliki tidak dapat anda gunakan dua, waktu yang kita miliki jika dihitung dengan rata-rata umur manusia adalah 63 tahun atau 550 rbu jam saja.

Padahal sepertiga atau 20 tahun dari waktu kita tersebut kita habiskan untuk tidur, sisanya unutk bekerja dan kegiatan lain seperti makan, tidur, gosok gigi. Lantas berapa banyak lagi waktu tersisa untuk pasangan hidup dan keluarga kita. Intinya, kita harus menjadikan waktu berharga.

SOLUSI

Jika sudah tahu bahaya gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga dampak buruk dan ancam jangka pangjang penggunaan Gadget bagi terhadap pengembangan pribadi dan keluarga, kemudian apa yang harus kita lakukan.

  • Meletakkan batasan waktu penggunaan Gadget anda pada jam atau hari-hari tertentu. Saya sendiri sudah berkomitmen untuk tidak mengaktifkan media sosial pada hari senin sebagai langkah awal, kecuali telephone dan SMS saja
  • Semua langkah dan kebijakan tersebut harus didiskusikan terlebih dahulu dengan pihak terkait seprti kelurga dan rekan-rekan kantor, misalnya cuma menghubungi untuk situasi-situasi darurat tertentu
  • Menjawab email bisnis pada hari kerja berikutnya dengan mengaktifkan auto responder pemberitahuan bahwa email akan dijawab pada hari kerja, kecuali beberapa situasi darurat yang sudah disepakati.
  • Memberitahu nomor rumah atau nomor handphone lain cuma untuk keluarga dan kerabat

  • Rekan-rekan kantor di berikan nomor rumah dengan pesan khusus hanya boleh menghubungi pada situasi-situasi darurat seperti sakit yang serius atau masalah luar biasa di kantor.

Semoga dengan menyadari bahaya gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga ini kita jadi lebih sadar dan mengambil sikap menengah serta hati-hati, sehingga komunikasi antar anggota keluarga bisa lebih intim dan terjaga. Anak-anak bisa bertingkah lebih baik. Prestasi sekolahnya meningkat karena orangtua punya lebih banyak waktu untuk mereka, bermain bersama, ngobrol, dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Komentar

  1. Hi Amie, Salam kenal sama saya yang nubie di blogspot ya. Saya berterima kasih karena Amie sdh bantu sharing artikel tsb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke Pak Ibrahim, makasih ya artikelnya :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...