Langsung ke konten utama

Adventure Island #2

Sebelumnya
Dengan 2 armada kita berangkat, 1 mobil berisi 10 orang, dan mobil lainnya berisi 3 orang plus perbekalan (lunch, air mineral, kue basah, biscuit, risoles, etc) serta pelampung dan alat snorkeling.

Lanjut ciin..
Setelah semua dirasa lengkap, kita segera meluncur menuju sungai pisang, sekitar 1,5 jam perjalanan ditempuh dari pusat kota Padang. Lelahnya serta bosannya diperjalanan belunm terobati saat sampai di pantai yang ku sebut dengan pantai Sungai Pisang ini, yaa karna pesisir pantai disini ng jauh beda sama pantai yang pernih ku liat sebelumnya.
Oke tak apa2 lah, setelah pelampung kita gunakan, kita selfie dulu yaa hehe…

Fotoo


(diatas kapal nih... hayoo... knapa dengan sepatunya ^_^)

Oke, saatnya menaiki sampan J satu persatu yaa.. pake bangku juga nih naiknya…
Alhamdulillah, akhirnya sampai jua nih diatas sampan eh perahu.. oke perjalanan kali ini kita beranggotan sekitar 20 orang.

Personilnya adalah,

·         guide 3 Orang, deng…  lupa nanya nama abg sm kk guidenya.. lanjut,
·         Kak Rina Mardacelly dan Suami plus 2 buah hati mereka Fathul dan Farah.
·         Lalu Kak Octaviyanti & Bang Taufik, ini nih mereka kagak bawa jagoan kecil mereka Fahri..
·         Bang Randa, nah yg lucunya, bg Randa awalnya kagak niat ikut.. yak an bg J

Nah ini para Jomloers
·         Ardi Kurniawan
·         Yane Silfia
·         Om Ronal (omnya Fathul dan Farah)
·         Zalmelia OctaviaPrima
·         Rahmita Amie

Lalu 2 orang nakoda kapal kita
·         Anggap aja, Joe dan Buyung hehe


Oke setelah semua lengkap naik kapal, selanjutnya kita akan deskripsikan dulu nih bentuk kapalnya, azeek… Kapal dengan panjang sekitar 10 meter itu, dibagian tengah adalah tempat  mesin kapal, dimana semua stel manyetel, ungkit maungkit serta minyak ba bensin klop dan lengkap di bagian tengah tersebut.


Nah, Bersambung lagii....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...