Langsung ke konten utama

02-03-2014 Catatan insan



Ruangan ini ternyata sudah penuh, ada beberapa tempat dibarisan depan yg masih kosong. Langkah kaki dengan semangat melangkah, coba mengawasi setiap peserta yang datang. Iya benar, tebakanku yang bergelayut saat di atas motor tadi sungguh benar, masyarakat pasti tidak ingin ketinggalan moment berharga seperti ini :) Sesuatu yang spesial tidak akan terlewatkan, mungkin itulah pendapat para peserta yang hadir saat ini.

Masjid Raya SumBar yang bertempat di Jl. Khatib Sulaiman Kota Padang, disanalah masyarakat berkumpul hari Minggu ini 02-03-2014, dari info yang tersiar di berbagai media baik cetak maupun media di dunia maya, kegiatan hari ini bertajuk "Seminar 7 Keajaiban Rezeki" bersama motivator 4 benua 'Ippho Santosa' nah siapa juga coba yang mau ketinggalan :)

Sekitar 1500 orang ikut memadati ruangan lantai dasar Masjid Raya ini, saat memasuki areal masjid, panitia dengan ramah menyapa para peserta. Terlihat di gerbang utama panitia dengan kaos merah dan id card di gantung di leher pun dengan senyuman mempersilahkan peserta masuk. Ya, panitia acara saat ini dari #Dompet Dhuafa Singgalang dan dari berbagai sponsor.

Setelah pengarahan dari berbagai sponsor, masuklah ke acara yang di nanti-nanti, MC dengan kemeja putih mempersilahkan Mas "ippho Santosa" sang Motivator untuk segera menguasai panggung, nampak dari ruangan depan sebelah kiri, sang Motivator keluar dengan setelan jas dan jeans yang beliau kenakan, terlihat sangat elegant. Namun disaat yang bersamaan, seperti dikomandoi, para peserta antusias mencoba merapatkan barisan kedepan, peserta yang kebanyakan perempuan pun mencoba untuk lebih ke barisan depan, nampak para bapak-bapak mulai was was dengan serbuan itu hehehe.. yang awalnya antara shaf laki2 dan permpuan di jarakkan beberapa baris, sekarang hanya tinggal 1 baris saja :D

Setelah menyapa para peserta, Mas Ippho pun memulai pembicaraan, 7 keajaiban Rezeki pun mulai dikupas. Benar, yang paling penting adalah Action kita terhadap apapun kebaikan yang disampaikan pada kita.

Pelangi ikhtiar
~ Sepasang bidadari
    berbakti kepada orang tua, semua kebaikan yang kita lakukan itu semua untuk kita juga (Sunatullah)
berbakti=mudahkan rezeki
durhaka= ??

Saat memberi terhimpunlah energi positif dan terbuanglah energi negatif

Sedekah fadhilahnya mengayakan dan menyehatkan

Pesan Nabi ; "berilah semua kesulitan dg sedekah"
Pesan Ali ; "pancinglah rezeki dengan sedekah"

adapun fakta2 sedekah
- ikhlas?
- pamrih?
-terang-terangan?


Nah, yang paling luar biasanya dalam seminar kemaren itu, action para peserta dalam bersedekah...

Mau tau ceritanya ??

Saat mas Ippho mempersilahkan para peserta untuk sedekah, ternyata seluruh peserta tanpa dikomandoi langsung maju kedepan, beberapa juga tanpak memberikan harta yang tak diduga. nampak seorang bapak yg berjarak 2 baris dari tempat dudukku, memberikan kepada anaknya smartphone miliknya untuk disedekahkan ke depan, dan diikuti oleh teman sebelahnya, yang juga memberikan smartphone... hmm pemandangan yang luar biasa :)

ng hanya itu saja, setelah sedekah terkumpul, mas ippho juga memberikan penawaran berupa lelang, kalo ng salah benda yang di lelang itu tafsir atau semacamnya. penawaran pertama berawal dari Rp. 100.000,- lanjut ke Rp. 500.000,- hingga meloncat ke Rp. 2.500.000,- lalu seorang bapak menawarkan harga Rp. 5.000.000,- ternyata itu belum harga tertinggi, ada penawaran Rp. 6.000.000,- dari seorang ibu-ibu untuk sebuah tafsir. dan akhirnya penawaran terakhir di tutup dengan harga Rp. 7.000.000,- dari seorang pemuda, wah luar biasa bgt...
Nilai plus yang didapat oleh pemuda itu adalah, doa dari para peserta, dan kesempatan berbincang dengan mas Ippho. Semoga saja dengan adanya pertemuan ini kita dapat mengambil hikmah.
Thanks for tim Dompet Dhuafa Singgalang dan semua sponsor acara Seminar 7 Keajaiban Rezeki juga trimakasih banyak kepada Mas Ippho Santosa sang Penulis dan Motivator, yang telah berbagi ilmu untuk seluruh masyarakat Sumbar :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...