Langsung ke konten utama

Masa-Masa Itu :)

Nah, hari ini udah hari ke 8 ku mulai kembali aktivitas yang beberapa bulan yang lalu ku tinggalkan, bukannya kemaren tu ng mood, tapi memang aktivitas yang lain yang ng bisa ditinggalkan. Dan terbukti, pagi ini dari pada bengong (karna kerjaan udah kelar kemaren), setelah 5 menit keduduki tempat ini, langsung deh open Notepad, ntar baru di share ke blog (cara jitu hemat uang ^_^)

dan ternyata nih, dunia kerja itu ng semenarik yang aku fikirkan, why, mungkin karna ng Focus dan ng sesuai dengan Hobby, mungkin teman2 yang lain juga bisa share gimana pengalamannya didunia kerja :) deal...??

eits, tunggu dulu... banyak tuh teman2 pas masa kuliah ingin cepat-cepat kerja, bela2in ambil SP tiap semester, kayak sinetron kejar tayang gtu deh kuliahnya, jadinya.. segala nilai plus yang ada didunia kampus pun kita abaikan, ng mau ikut organisasi, ogah ikut seminar.. dan ng tertarik bgt sama  kegiatan dengan teman2 di kampus lainnya... Padahal neh, banyak banget manfaatnya, minimal kita jalin silaturrahmi tuh sama teman2, link kita makin banyak, dan Insya Allah berkah deeehh...

ingat saat masa2 Awal kuliah tahun 2009 itu, hmm ng bakal terlupa deh, September 2009 setelah 2 hari mengikuti OSPEK, ami dan beberapa teman lainnya dituduh sebagai provokator antara alumni dan senior, kebayang ng? ku dibentak-bentak, dimarahi, dan sampe terjadi pertengkaran antara kedua belah pihak, dan juga aksi penyandraan senior, Presiden BEM pun meneriaki ku dan teman yang lain.

Perlakuan pada mahasiswa baru yang lain apa? malah disuruh tiarap di lapangan basket itu, pastinya dengan aksesori OSPEK yang setia menemani, topi pak tani, kalung buah, tas kardus serta kaos kaki bola beda warna.. wah wah.. coba tebak mirip siapa?? dan setelah pertengkaran dan pembentakan itu, tiba2 aja distel lagunya Jamrud, yang isinya "Hari ini... hari yang kau tunggu, bertambah 1 tahun, usiamu.. bahagialah  kamu..."

Dan tau apa reaksinya Rahmita Amie? langsung mancebe (nangis) pas tadi dibentak2 slow ajj, karna memang ng pernah toh jadi provokator, namanya ajj anak baru.. ma lo katalok hehe... yah.. semua dosen, panitia, senior dan teman2 pun saling bergantian memberi selamat... nah, aku masih dalam penangisan hehe, terharu bgt... sampe2 senior ada yang tanya "tadi, kok ndak nangis?" gitu ucapnya, dan senyum simpul plus air mata saja ku jawab :)

nah, selanjutnya.. beberapa jam berikutnya, ada cerita yang mengharukan terjadi..

To be selanjutnya... Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...