Langsung ke konten utama

Jangan Berputus Asa

 Bismillah...


Minggu kedua Ramadhan th 2025 aku dapat kiriman 3 dus kue dari Tante di Solok Selatan, ya beliau bebikin kue kering untuk lebaran. Aku terniat bantu-bantu dagangan beliau.


Pagi itu sopir travel yg bawa paketnya menghubungi ku.

Aku jemput dong kedepan kantor paketnya.


Karena aku memang udah janji, klo pengiriman ke kantor.


Targetnya nanti pembeli teman2 kantor.


Ternyata ada 3 dus yang dikirim euy.


Wah aku bingung dong.

Banyak bgt...


Akhirnya bismillah aja..

Hari 1 ada beberapa yang beli..


Dari 3 pack, kurang lah sekitar 10 pcs.


Hari ke 2, kurang 2 pcs..


Hari ke 3 aku coba bawa sebagian ke kedai ST

Sorenya aku buka lapak depan kedai.


Hehehe beda juga ya rasanya jualan ini, ndak sampai setengah jam lapakku kelar, karena hujan turun, dan prepare unk berbuka, dan terjual 1 pack, dan yg belipun anakku sendiri hehe


Keesokan harinya subuh, aku posting 1day1ayat pake video jualan kemaren, tetiba ada yg DM kakak skrg yg sdg stay di Inggris.


_Amiii, ini berapaan mii 1 bungkusnya?

Aku bisa beli lalu ami bagiin ke org2 kecil gak mampu/ojol/pemulung atau syapapun di deket2 situ mii? 


Tapi kalo ami jd repot, gausah aja gapapa mii hehe, nanya dulu ajaa hehe_


Ku langsung gercep dong, jawabin bisa kak, berikut listnya kak.


Dan doi minta no rekening dong.


di tf dong, masyaallah jdnya mengurangi 20 pack yg sisa.


Dududu, aku yg td pagi pesimis, dan mau hubungi si tante, mau balikin kuenya, jd semangat lagi..


Paginya, aku dibantu ayah 2K unk bawa dua dus yg dikantor ke kedai ST lagi, sorenya kami langsung bagikan.


Tak berselang lama, akhirnya habis juga...


Alhamdulillah yaa...


Jd apapun itu jgn pernah berputus asa,,,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rayuan ahli tajwid kepada istrinya

Copas Refresh siang hari RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA Neng, saat pertama kali  berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam ...

Gadget oh Gadget...

Pagiii All... Sahabatku, ngerasain ng pas kita lagi kumpul, entah itu dimana dan dengan siapa... pastinya sibuk dengan gadget masing- masing. Ng itu kamu aja, aku pun demikian...  nah... baca yuk sedikit inspirasi dari slah satu teman... bisa juga ke link berikut : http://gayagadgets.blogspot.com/2015/03/waspadai-bahaya-gadget-dan-media-sosial.html moga bermanfaat.... Waspadai Bahaya Gadget dan Media Sosial Bagi Keutuhan Keluarga Rasanya sudah saat nya kita  lebih  mewaspadi bahaya  gadget dan media sosial bagi keutuhan keluarga. P ernah lihat sepasang muda-mudi di cafe atau tukang bakso langganan? Mereka datang berdua, tapi masing-masing hidup dan berada dalam dunianya sendiri. Sang cowok bersibuk ria dengan BBM sementara, Ceweknya tenggelam dalam status update temannya. Lebih bahayanya lagi, pemandangan seperti itu bukan cuma terjadi di luar rumah dan melanda pasangan-pasangan muda. Budaya seperti itu sudah merayap masuk dal...

Waktu berlalu

Waktu berlalu... Begitu halus menipu... Tadi pagi belum sempat dzikir pagi, - Tahu-tahu sudah jam 9.00 pagi. Belum sempat sedekah pagi, - Matahari sudah meninggi. Rencananya jam 9.30 mau sholat dhuha, - Tiba-tiba adzan dhuhur sudah terdengar. Pinginnya setiap pagi menghabiskan baca 1 juz Al Qur'an atau minimal satu  surat  satu ayat - Tapi ya itu, "pinginnya itu"  dan kebiasaan itu belum terlaksana. Sebenarnya ada komitmen pada diri sendiri, tidaklah berlalu malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 rakaat singkat saja. - Dan komitmen itu belum dilaksanakan. - Tanpa hukuman diri atas pengkhianatan komitmen dan tanpa perasaan bersalah lebih sehingga belum merasa taubat. Dulu juga pernah terpikir punya anak asuh, entah yatim entah anak miskin, yang di santuni tiap bulannya. - Ya karena kesibukan lupa merealisasikannya, - Dan itu sudah berlangsung tahunan yang lalu... Akan terus beginikah nasib "hidup" kita? - Menghabis-habiskan umu...